Tahi lalat

Tahi lalat?hmm tentu kita tidak asing mendengar kata-kata ini..hehe

Sudah tahu apa itu tahi lalat ?

Bagaimana terbentuknya ?

Dan berbahayakah bagi tubuh kita ?

Berikut ulasannya.

Tahi Lalat (Nevi) adalah pertumbuhan kulit yang kecil dan biasanya berwarna gelap, yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit) di kulit.

Didalam kulit kita terdapat zat warna (pigmen) yang bertanggung jawab memberikan warna-warna khas padsa kulit manusia. Ada zat pigmen karoten yang memberikan warna kekuning-kuningan pada tubuh & zat mel;anin yang memberi warna coklat kehitaman. Selain itu aliran darah pada urat-urat pada kulit memberi pengaruh warna kemerah-merahan pada kulit.

Zat melanin dihasilkan oleh sel tubuh yang bernama melanosit. Melanin ini sendiri tak hanya menyumbang warna gelap namun juga punya fungsi perlindungan bagi tubuh jika terpapar sinar ultraviolet dari matahari. Melanin memang bersifat sensitif terhadap sinar matahari.Semakin banyak tubuh kita terpapar ultraviolet matahari, akan semakin banyak melanin yang dihasilkan melanosit, terutama pada bagian yang terpapar sinar secara langsung.

Maka, nggak mengherankan jika seorang anak perempuan berjilbab yang cukup sering terpapar matahari akan memiliki warna wajah dan warna punggung tangan yang lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya.

Meski umumnya melanosit tersebar merata sebagai sel yang berdiri sendiri tapi kadang-kadang ada beberapa melanosit yang tumbuh berkumpul dalam satu tempat dan membentuk sebuah titik. Nah, kumpulan melanosit yang menghasilkan pigmen melanin di satu tempat ini akan membuat tempat tumbuhnya menjadi titik hitam yang kemudian kita kenal dengan tahi lalat atau andeng-andeng.

Tahi lalat ini ada yang dibawa sejak seorang bayi dilahirkan, tapi ada pula yang tumbuh belakangan, sejak bayi hingga dewasa, terutama pada daerah yang sering terkena sinar matahari langsung. Nggak usah khawatir jika jumlah tahi lalatmu cukup banyak. Memiliki 10 hingga 60 tahi lalat di sekujur tubuh masih tergolong normal kok..

Karena tahi lalat sesungguhya merupakan sel kulit sebagaimana sel kulit lainnya, tentu dia nggak berbahaya sepanjang nggak ada tanda-tanda aneh yang perlu diwaspadai. Apa aja tanda aneh itu? Pertama, tahi lalat ini tumbuh membesar dan melebar ukurannya. Kedua, terasa sakit atau gatal. Ketiga, ukuran awalnya sudah lebih besar dari 5 cm. Untuk tahi lalat yang punya gejala aneh begini, sebaiknya kalian segera menghubungi dokter untuk memastikan bahwa sel kulit yang membentuk tahi lalat itu bukan sel aktif yang terus tumbuh dan berpotensi menjadi penyakit berbahaya.

Tahi lalat yang kecil , bulat dan tidak berubah selama bertahun-tahun lamanya sesungguhnya tahi lalat biasa saja yang justru bisa menjadi pemanis wajah kita.

Ukuran tahi lalat bervariasi, bisa mendatar atau menonjol, permukaannya bisa halus atau kasar (menyerupai kutil) dan bisa berrambut.
Biasanya berwarna coklat tua atau hitam, tetapi bisa juga berwarna merah atau kuning-coklat.

Hampir semua orang memiliki sekitar 10 buah tahi lalat, yang biasanya tumbuh pada masa kanak-kanak atau remaja.

Sel-sel pigmen memberikan respon terhadap perubahan kadar hormon, karena itu tahi lalat bisa tumbuh, membesar atau bertambah gelap selama kehamilan berlangsung.

Tanda-tanda perubahan pada tahi lalat yang mengarah kepada keganasan:
# Ukurannya bertambah besar
# Warnanya bertambah gelap
# Peradangan
# Perubahan warna dalam bentuk bintik-bintik
# Perdarahan
# Luka terbuka
# Gatal
# Nyeri.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

Biopsi atau analisa terhadap tahi lalat yang sudah diangkat bisa membantu menentukan adanya keganasan atau tidak.

PENGOBATAN

Pengobatannya bervariasi, tergantung kepada jenis tahi lalat dan keadaan yang dipengaruhinya. Tahi lalat bisa merupakan gangguan atau menambah kecantikan/penampilan seseorang.
Tahi lalat yang mengganggu atau terdapat di daerah yang bergesekan dengan pakaian sehingga menimbulkan iritasi kulit, bisa diangkat dengan menggunakan pisau bedah dan pembiusan lokal.

Kebanyakan tahi lalat tidak berbahaya dan tidak harus diangkat.
Tetapi beberapa tahi lalat sangat menyerupai keganasan (melanoma maligna) dan sulit untuk membedakannya. Selain itu, tahi lalat yang jinak bisa berkembang menjadi melanoma maligna. Hampir separuh kasus melanoma maligna berawal sebagai tahi lalat, karena itu tahi lalat yang mencurigakan sebaiknya diangkat dan diperiksa dengan mikroskop.

Jika telah terbukti bahwa sebuah tahi lalat bersifat ganas, maka perlu dilakukan pembedahan tambahan untuk mengangkat kulit di sekitarnya.

 

Referensi :

http://ippind.wordpress.com

http://indonesiaindonesia.com

Tentang Deni Irawan

Just Be Yourself :)
Pos ini dipublikasikan di Tugas Kuliah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s